Home About Us Partners Clients Experiences Testimoni Magang Member

Penyebab Bendungan Wae Ela Jebol

29 July 2013 10:14


Bendungan Wae ELA JebolBencana kembali terjadi, kali ini menimpa warga di Maluku Tengah, bendungan Wae Ela yang telah ditetapkan statusnya menjadi Awas, Jebol pada kamis 25 july 2013. Air bah limpahan dari waduk tersebut dengan cepat langsung menyapu separuh Desa Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merilis data sementara korban bencana ini, “Data sementara, delapan orang luka berat, 24 orang luka ringan,” beber Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.


Menurut Menteri Pekerjaan Umum (PU) Joko Kirmanto yang telah mengunjungi lokasi jebolnya Bendungan Wae ELA di Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku pada minggu pagi mengatakan, Jebolnya bendungan murni karena faktor alam. Pemerintah pusat telah menganggarkan dana  Rp.107 Miliar untuk mengantisipasi jebolnya bendungan tersebut. Namun, sebelum perbaikan rampung, bendungan jebol dan airnya menghantam Desa Negeri Lima hingga sebagian permukiman rata dengan tanah. Proyek yang seharusnya selesai sebelum musim hujan atau Agustus 2013 ternyata lewat dari prediksi.


Namun, sebelum perbaikan rampung, bendungan jebol dan airnya menghantam Desa Negeri Lima hingga sebagian permukiman rata dengan tanah. Proyek yang seharusnya selesai sebelum musim hujan atau Agustus 2013 ternyata lewat dari prediksi. Disamping itu hujan yang terus turun, meskipun akhir – akhir ini mengalami musim kemarau tetapi debit air di bendungan terus bertambah. Meski demikian, bencana dapat diminimalisasi dengan pembuatan spillway.
 

GPS Monitoring dapat mendeteksi dini pergerakan tanah

 

Dari informasi diatas dapat disimpulkan bahwa penyebap terjadinya bencana jebolnya bendungan Wae ELA adalah faktor alam, dengan intensitas hujan yang tinggi dimusim kemarau serta struktur jembatan yang kurang baik maka pantaslah jembatan itu mengalami jebol.

 

GPS Monitoring pada bendungan

 


Salah satu faktor yang mungkin terlupa adalah terjadinya pergerakan tanah di waduk tersebut, pergerakan tanah dapat dideteksi sedini mungkin dengan slope monitoring.  Dengan memanfaatkan GPS Monitoring data – data akan dapat secepat mungkin karna metode ini dilakukan secara online monitoring atau pemantauan secara langsung.


Keunggulan GPS Monitoring yang lain adalah dapat mengukur tingkat deformasi kerak dan kecepatan lempeng tektonik untuk lebih dari 1 mm / tahun. PT Testindo selaku perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengujian mempunyai produk slope monitoring dengan sesuai kebutuhan anda.
 

Sumber: http://news.okezone.com/read/2013/07/28/340/843775/menteri-pu-bendungan-wae-ela-jebol-murni-karena-faktor-alam
Sumber foto: http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ1NT8Z-fnfEkTXpG_d20kPLow1jmT3gdP5BsCAjPjWhQuLTgkV8A
Sumber foto: http://htmlimg3.scribdassets.com/22q92tja2ovdfsy/images/6-9b9246a9c1.jpg

 



Another Blog


Link Information
Contact Us
  • Office: Jl.Radin Inten II No 61 B Duren Sawit Jakarta Timur
  • Phone: 021-2956-3051
  • Whatsapp: 0813-9929-1909 (Zulfikri)
  • Whatsapp: 0822-5870-6420 (Anto)
  • Whatsapp: 0821-1460-7782 (Faoji)
  • Email: sales@testindo.com