Penyebab Longsor di Ponorogo
04 April 2017 09:19
|
Sumber Gambar : Detik.com |
Indonesia merupakan negara dengan curah hujan yang cukup tinggi. Bahkan, pada saat memasuki musim kemarau pun Indonesia masih sempat diguyur hujan. Dengan curah hujan yang tinggi, tidak heran jika beberapa wilayah di Indonesia yang berada di lereng bukit atau pegunungan sering diterjang longsor. Banyak sekali kerugian akibat terjadi longsor mulai dari kehilangan harta benda hingga kehilangan nyawa.
Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada hari Juma’at (02/04/2017) di Ponorogo, terjadi longsor besar yang menimbulkan banyak korban jiwa dan puluhan rumah hancur. Tentunya bencana ini menimbulkan duka yang besar untuk Indonesia.
Berdasarkan keterangan dari tenaga ahli Menteri ESDM bidang kebencanaan, Surono menjelaskan, longsor di Ponorogo terjadi akibat hujan deras yang mengguyur lokasi dengan waktu yang cukup lama. Lokasi terjadinya longsor di Ponorogo merupakan lereng terjal yang tersusun dari batunan gunung api yang memiliki sifat mengurai dan memiliki banyak retakan.
Seperti dilansir dari Jawapos, Senin (3/4/2017), Surono mengatakan “Daerah bencana terletak pada Zona Kerentanan Gerakan Tegangan Tanah Tinggi, dimana daerah tersebut sering terjadi gerakan tanah longsor.”
Sebenarnya, sejak satu bulan yang lalu sudah terlihat tanda-tanda akan terjadinya longsor di lokasi tersebut. Kabid Penanggulangan Bencana dan Logistik, Setyono Budiono menjelaskan sejak 3 minggu yang lalu memang sudah terjadi retakan kurang lebih 30 cm. Kurang lebih 1 minggu kemudian retakan tersebut semakin bertambah panjang menjadi 9 meter, lalu 3 minggu kemudian retakan tersebut mengalami penambahan menjadi 15 meter, dan puncaknya pada tanggal 31 Maret 2017 retakan tersebut menjadi 20 meter.
Untuk mencegah timbulnya korban jiwa akibat longsor, maka diperlukan sistem peringatan dini. Sebenarnya saat ini sudah ada alat untuk mendeteksi pergerakan tanah sebelum terjadinya longsor, alat tesebut adalah Slope Monitoring System (Sistem Pemantauan Kemiringan Lereng). Alat ini memanfaatkan perangkat GPS (Global Positioning System) untuk memantau setiap gerakan lereng.
GPS Monitoring system dapat memberikan data yang akurat mengenai kemiringan lereng, pergerakan tanah, dan juga pergerakan lempengan tektonik. Dengan data yang lengkap dan akurat maka longsor bisa terdeteksi dengan mudah.
Manfaat GPS Monitoring System :
- Memantau posisi tempat secara 3D dan perpindahan elemen secara real time
- Memantau perpindahan antara titik yang saling tidak terlihat, pemisahan stasiun mulai dari beberapa meter sampai ratusan kilometer.
- Memantau seluruh jaringan yang ada di seluruh dunia dengan melakukan komunikasi via internet ataupun wireless.
Daerah yang rawan longsor seharusnya sudah memiliki GPS monitoring system untuk membantu proses slope monitoring atau pemantauan kemiringan lereng. Sehingga proses evakuasi bisa berjalan dengan cepat dan korban jiwa yang jatuh akibat bencana longsor dapat diminimalisir.
Sebenarnya, alat ini mudah untuk ditemukan. Salah satu perusahaan yang menyediakan GPS Monitoring System adalah Testindo.com, perusahaan kami menyediakan alat ini beserta jasa untuk slope monitoring atau mengontrol pergerakan lereng.
Another Blog
-
Monitoring Temperature Pada Gudang Pendingin…
Testindo.com - Industri Makanan & Minuman (Food Beverage) adalah industry yang membutuhkan gudang… -
Box Compression Tester untuk Menguji Ketahanan…
Setiap industri yang bergerak di bidang retail dan farmasi tentunya membutuhkan kardus sebagai package… -
Mencegah Bangunan Roboh Saat Gempa Bumi dengan…
Gempa bumi merupakan bencana alam yang paling ditakuti oleh masyarakat dan para pekerja kantoran, mereka… -
Monitoring System pada Saluran Pipa Industri
Sebuah saluran pipa bawah tanah dilaporkan mengalami kebocoran. Saluran pipa terkubur dengan panjang…



