Home About Us Partners Clients Experiences Testimoni Magang Member

Cililin ditimpa longsor lebih dari 14 orang meninggal

03 April 2013 14:10


Beberapa minggu terakhir ini kita dikejutkan dengan kejadian bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, menurut berita yang didapat dan data terakhir yang  diterima  dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  terdapat 14 orang meninggal dan sementara tiga orang masih belum ditemukan.

Berdasarkan musyawarah bersama keluarga korban dan tokoh masyarakat yang dilakukan pada Sabtu malam (30/3), proses pencarian korban longsor yang masih tertimbun akan dihentikan.

Dikutip dari www.merdeka.com  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta Minggu (31/3, menyatakan “hingga hari ketujuh, korban meninggal yang ditemukan berjumlah 14 orang. Sedangkan tiga korban lainnya masih belum ditemukan,".

 Sutopo menambahkan, instansi terkait memperkirakan korban sudah membusuk dan dapat menyebabkan penyakit bagi tim pencari dan relawan. "Selain itu juga kendala di cuaca dan lapangan yang juga berbahaya timbulnya longsor susulan. Keluarga korban telah mengikhlaskan hal itu," katanya.


Dari kejadian diatas banyak faktor yang dapat menyebapkan terjadinya tanah longsor diantaranya adalah faktor intensitas hujan yang tinggi, Lereng atau tebing yang terjal, jenis tanah yang kurang padat dan terjal dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat menyebapkan tanah longsor terjadi.


Akibat tanah longsor itu sendiri banyak dampak yang terjadi diantaranya  hilangnya harta benda, rusak dan hancurnya tempat tinggal hingga jatuhnya korban jiwa, untuk mengatasi atau setidaknya mengurangi dampak tanah longsor diperlukan sistem monitoring terhadap faktor-faktor penyebab tanah longsor terjadi.

Dalam hal ini slope monitoring adalah solusi tepat,  karna dengan menggunakan slope monitoring jika terjadi tanah longsor dapat di deteksi, tentunya hal ini sangat menguntungkan karna dapat mengurangi jatuhnya korban jiwa.

Slope monitoring   sendiri adalah sebuah instrument yang berfungsi untuk meminitor pergerakan tanah di suatu lereng. dengan menggunakan slope monitoring maka akan diketahui pergerakan tanah dari suatu lereng. Slope monitoring memanfaatkan sensor GPS sebagai alat untuk mengirim data ke satelit yang selanjutnya data akan dikirim ke tempat pemantauan.

Yang selanjutnya data yang sudah diterima dapat menjadi catatan dalam menentukan level atau status dari suatu lereng, dengan demikian bila terjadi bencana alam seperti tanah longsor akan memberikan pemberitahuan secara dini.

Demikian artikel dari saya ini semoga dapat membantu dan memberikan informasi yang bermanfaat dan positif.
 

Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/bnpb-pencarian-korban-longsor-cililin-dihentikan.html

Sumber foto: http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/01/28/189819_longsor-agam_663_382.jpg


 


Another Blog


Link Information
Contact Us
  • Office: Jl.Radin Inten II No 61 B Duren Sawit Jakarta Timur
  • Phone: 021-2956-3051
  • Whatsapp: 0813-9929-1909 (Zulfikri)
  • Whatsapp: 0822-5870-6420 (Anto)
  • Whatsapp: 0821-1460-7782 (Faoji)
  • Email: sales@testindo.com