A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/opt/alt/php56/var/lib/php/session/PHPSESSID70bufi7rveb2ejbi07rvc44nb23fc96s): failed to open stream: Permission denied

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 172

Backtrace:

File: /home/adminindo/public_html/app/controllers/Content.php
Line: 8
Function: __construct

File: /home/adminindo/public_html/index.php
Line: 293
Function: require_once

Perbedaan Sistem Piping Pada Industri Oil & Gas
Home About Us Partners Clients Experiences Testimoni Magang Member

Perbedaan Sistem Piping Pada Industri Oil & Gas

17 July 2018 14:18


Sistem pengaliran pada industri oil and gas menggunakan 2 jenis sistem yaitu sistem piping dan sistem pipeline. Bagi mereka yang masih baru dalam dunia oil and gas mungkin menganggap kedua sistem ini sama saja karena sama-sama menggunakan pipa.

 

sistem piping oil and gas

 

Sistem Piping Oil And Gas

 

Sebenarnya pendapat tersebut memang benar, namun ada sedikit perbedaan pada kedua sistem ini yaitu pada luas daerah dan Panjang masing-masing pipa. Pada sistem piping, mengirim oil and gas hanya berlangsung di dalam lokasi gathering station (On Plot).

 

Sedangkan sistem pipeline, mampu mengalirkan oil and gas dari sumur produksi menuju gathering station. Sistem pipeline ini diterapkan untuk mengalirkan oil and gas di luar lokasi (Off Plot) dengan minimal jarak pipa 5 Km.

 

Dalam membuat desain pipa oil and gas ada banyak hal yang harus diperhatikan secara detail, bukan hanya pipanya saja tapi bagian lain yang masih berhubungan dengan pipa tersebut. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membuat desain sistem pipa oil and gas :

 

Menentukan standard Desain yang Digunakan

 

Tentukan terlebih dahulu jenis sistem pipeline yang akan digunakan, karena sistem natural gas pipeline menggunakan desain pipa yang berbeda dengan sistem liquid petroleum pipeline.

 

Standarisasi Material yang Digunakan

 

Setelah membuat desain maka tahap selanjutnya adalah menentukan material yang akan digunakan. Anda harus menentukan jenis material yang sudah memenuhi standard biasanya menggunakan kode material ASTM (American Society for Testing and Materials). Contohnya, pipa dengan kode material ASTM A 312 yang biasa digunakan untuk fluida hydrocarbon yang bersifat korosif.

 

Pembuatan Jalur Pipa

 

Setiap jalur pipa memiliki tekanan suhu atau temperature yang berbeda, hal inilah yang menjadi pertimbangan utama ketika membuat jalur pipa. Setelah desain pipa dibuat, dilanjutkan dengan melakukan simulasi pada jalur pipa dan respon terhadap perubahan suhu pada setiap jalurnya.

 

Kemudahan Akses Menuju Lokasi untuk Melakukan Operasi dan Pemeliharaan

 

Setiap jalur pipa tentunya harus selalu dipantau dan dilakukan pemeliharaan sehingga ketika terjadi kerusakan bisa langsung terpantau. Metode pemantauan seperti ini bisa dilakukan menggunakan “Fiber Optic Monitoring Pipeline Oil & Gas”.

 

Testindo sebagai perusahaan control and monitoring system menyediakan layanan Fiber Optic Pipeline Monitorig Oil & Gas dan Jasa NDT untuk memantau kerusakan pada pipa sejak dini. Informasi pemesanan dan konsultasi silakan hubungi kami di nomor Telepon: (021) 29563045Whatsapp: 0813 9929 1909Email: sales@testindo.com



Another Blog


Link Information
Contact Us
  • Office: Jl.Radin Inten II No 61 B Duren Sawit Jakarta Timur
  • Phone: 021-2956-3045
  • Whatsapp: 0813-9929-1909 (Zulfikri)
  • Whatsapp: 0822-5870-6420 (Anto)
  • Whatsapp: 0821-1460-7782 (Faoji)
  • Email: sales@testindo.com

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: Failed to write session data (user). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/opt/alt/php56/var/lib/php/session)

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: