Hardness Tester : Fungsi dan Cara Pemakaiannya
30 July 2018 16:06
Semua material yang digunakan pada proses produksi pasti mengalami berbagai deformasi (pengaruh gaya). Salah satu jenis deformasi yang paling sering diterima adalah penetrasi atau penekanan. Sehingga nilai kekerasan material tersebut bisa berubah tergantung dari besar deformasi tekan yang diterima.
Demi menjaga kualitas atau mutu produk maka setiap material harus diukur nilai kekerasannya dengan cara melakukan uji kekerasan. Prinsip dasar pada uji kekerasan sangat sederhana yaitu memberikan indentasi atau penekanan pada bagian permukaan material logam dengan besar gaya yang sudah ditetapkan.
Hardness test atau uji kekerasan pada material menggunakan alat bantu yang disebut hardness tester. Fungsi hardness tester itu sendiri sudah jelas yaitu mengukur dan menganalisa kekerasan pada material atau benda.
Sistem kerja alat ini ada 2 macam yaitu analog/manual dan digital, sedangkan jenis hardness tester terdiri dari bench (biasanya digunakan di laboratorium) dan portable (bisa dibawa kemana saja). Jika Anda ingin mendapatkan hasil yang lebih cepat dengan display yang lebih mudah dilihat sebaiknya pilih hardness tester digital.
Cara Pemakaian Hardness Tester
Setiap hardness tester memiliki fungsi kerja yang disesuaikan dengan masing-masing metode uji kekerasan yaitu Rockwell, Brinell, Vickerss dan Micro Hardness.
Bench Hardness Tester : Pasang indentor pada bagian knock mesin. Kemudian, letakan material logam yang akan diuji ke atas plate. Putar bagian mikroskop dan arahkan bagian lensanya ke permukaan material. Atur ketinggian plate agar sesuai dengan lensa mikroskop, lihat tampilan permukaan pada layar monitor.
Masukan maksimal besar gaya penekanan kemudian tekan tombol start. Perlahan-lahan mesin akan memberikan gaya tekan hingga batas maksimal yang sudah ditentukan sebelumnya. Setelah itu, mesin akan berhenti secara otomatis dan memberikan nilai akurasi kekerasan pada layar monitor.
Portable Hardness Tester : cara menggunakannya cukup mudah, untuk material yang datar tempelkan nozzle pada bagian permukaan, diamkan sebentar dan nilai kekerasan akan terlihat pada display monitor. Namun, setiap nozzle menggunakan ring yang disesuaikan dengan tingkat kekasaran dan kekerasan masing-masing material yang diuji.
Silakan Anda pilih jenis hardness yang sesuai dengan material dan juga kondisi pengujian. Jika dilakukan di dalam lab maka bisa menggunakan bench hardness tester, tapi jika dilakukan di luar ruangan sebaiknya menggunakan portable hardness tester.
Jika Anda ingin membeli portable hardness tester dan bench hardness tester dengan kualitas terbaik, silakan kunjungi website khusus penjualan alat uji divisi kami : testingindonesia.com
Another Blog
-
Mengenal Monitoring System Pada Kapal
Teknologi monitoring system Perkapalan merupakan suatu teknologi yang seharusnya di miliki oleh setiap… -
Instrument Yang Digunakan Early Warning System…
Saat ini banyak benacana yang melanda beberapa daerah di Indonesia seperti gempa bumi, letusan gunung… -
Jalanan Berlubang Karna Banjir Smart Monitoring…
Ibukota pun tidak luput dari musibah banjir, hujan yang terjadi beberapa hari di daerah bogor membawa… -
Pembangunan Tol Manado-Bitung Terus Dipercepat
Pembebasan lahan dan pembangunan tol Manado-Bitung akan terus dikebut untuk akses mobilisasi lalu lintas…

