Slope Monitoring untuk Wilayah Lereng
26 October 2017 10:25
Jika Anda pernah berpergian ke wilayah pegunungan pasti melihat ada banyak sekali lereng-lereng yang terlihat hijau dari kejauhan. Lereng merupakan suatu wilayah atau daerah yang permukaan tanahnya miring, biasanya terletak di wilayah perbukitan. Sebenarnya daerah lereng tidak baik jika digunakan untuk membangun rumah karena memiliki potensi bahaya yang cukup besar.
Sayangnya, masih banyak orang yang membangun rumah tepat di atas lereng. Bahkan, sekarang ini bukan hanya rumah, tapi banyak penginapan dan vila yang juga dibangun di atas lereng. Jika memang diharuskan, maka perencanaan untuk pembangunan infrastruktur di atas lereng harus memiliki perhitungan yang matang, mengingat tanah lereng mudah erosi dan longsor.
Pemantauan lereng harus dilakukan secara berkala, apalagi jika terdepat crack atau keretakan pada tanah. Jika keretakan tanah seperti ini dibiarkan, maka air hujan dapat masuk ke dalam retakan tersebut dan menggerus tanah bawah sehingga jalan menjadi lebih merekah atau terbuka lebar dan terjadilah longsor.
2 Macam Jenis Rekahan :
Rekahan Tarik
Posisi rekahan ini tidak terlalu lebar tapi memanjang dengan bentuk garis yang tidak beraturan.
Scarps
Rekahan ini terjadi akibat pergerakan tanah ke bawah sehingga tanah disampingnya bergerak naik vertical.
Dengan mengenali posisi rekahan ini, maka bisa dianalisa kemungkinan waktu terjadinya longsor menggunakan instrument atau alat khusus untuk pemantauan lereng (slope Monitoring). Sebenarnya, pemantauan lereng ini bisa dilakukan secara manual, tapi dikhawatirkan terjadi human eror atau kesalahan pada manusia seperti kesalahan pengukuran, analisa yang tidak tepat dan lainnya.

Slope Monitoring
Dengan menggunakan alat khusus slope monitoring ini, semua hal yang berhubungan dengan aktifitas tanah akan terangkum menjadi sebuah data yang nantinya bisa menjadi bahan untuk dianalisa. Selain itu, alat ini bisa dipantau atau dimonitoring dari jauh karena menggunakan sistem global GPS.
Salah satu alat yang dipasang untuk slope monitoring adalah inclinometer. Alat ini berguna untuk mengukur pergerakan tanah lereng dengan cara memasukan sensor inclinometer ke dalam tanah. Nantinya, hasil pengukuran dari sensor tersebut dikirimkan dan diterima melalui monitor berupa grafik dan angka-angak yang nantinya bisa digunakan untuk bahan analisa.
Namun, dibutuhkan tenaga ahli dan berpengalaman untuk melakukan slope monitoring seperti pemasangan alat berupa extensometer dan inclinometer serta menganalisa data. Sehingga memberikan hasil pengukuran yang akurat.
PT Testindo sebagai perusahaan control dan monitoring system menyediakan layanan dan pemasangan alat slope monitoring secara permanen. Testindo memiliki tenaga ahli dan professional serta alat-alat yang memadai untuk melakukan pemantauan lereng dengan slope monitoring.
Informasi pemesanan silakan hubungi nomor telpon yang tertera di website ini atau chating dengan tim kami melalui fitur chat online yang ada di pojok bawah website ini.
Another Blog
-
Jenis-Jenis Pondasi untuk Konstruksi Bangunan
Pondasi merupakan elemen paling penting pada setiap bangunan, karena tanpa adanya pondasi maka bangunan… -
Sistem Monitoring untuk Memantau Kesehatan Struktur…
Jembatan adalah suatu konstruksi yang dibuat untuk akses penghubung dua sisi jalan yang terputus akibat… -
Metode NDT (Non Destructive Test) Radiografi
Metode Non Destructive Test (NDT) adalah proses pengujian terhadap suatu objek tanpa merusak bagian… -
3 Pengujian NDT pada Material Industri
Non Destructive Test (NDT) atau Non Destructive Evaluation (NDE) adalah metode pengujian suatu material…

