Girder Jembatan Kali Kuto Ambruk, PT Waskita Minta Maaf
16 July 2018 14:59
Insiden jatuhnya girder jembatan Kali Kuto terjadi pada Jumat malam (13/07/2018). PT Waskita Karya (persero) bertanggung jawab penuh atas kejadian yang menyebabkan dua buah cross girder jembatan jatuh ke dalam sungai.
Lewat keterangan resminya, Waskita Karya menjelaskan “ Sehubungan dengan insiden yang terjadi pada Proyek Jalan Tol Batang Semarang, Jumat (13/07), kami menyesal atas terjadinya insiden ini,” dilansir dari detik.com, Minggu (15/07/2018).
Kronologi kejadian ini dijelaskan oleh Mohammad selaku Project Manager Batang Semarang Seksi 2 PT Waskita Karya.
Beliau menjelaskan kejadian jatuhnya girder jembatan ini terjadi pada Jumat malam, sekitar pukul 21.30 WIB. Awalnya, ketika crane pengangkut komponen penggantung permanen jembatan tiba-tiba mengalami hentakan dan sedikit macet.
Ketika memasuki proses pengangkutan, crane mengalami masalah. Terjadi hentakan beberapa detik, dan akhirnya tali sling putus.
“Bebannya itu tersalurkan ke sling yang ada. Sling yang ada, karena seluruh beban ada di satu titik itu, karena nggak muat, karena beban kejut itu bisa 4 kali lipat. Nah sling putus, cross girder-nya merosot,” ujar Mohammad.
Sehingga menyebabkan 2 cross girder dari total 20 cross girder langsung jatuh ke sungai yang ada di bawah jembatan.
PT Waskita Karya menyampaikan permintaan maaf atas kejadian ini dan tetap memastikan bahwa semua pengerjaan mengikuti prosedur pembangunan sesuai standar.
Kejadian ini tidak mempengaruhi struktur jembatan dan juga tidak mengurangi target waktu penyelesaian yang telah ditentukan sehingga pengerjaan masih terus dilakukan.
Proses pembangunan jembatan memakan waktu yang tidak sebentar. Bahkan, ketika jembatan sudah selesai dibangun masih perlu dilakukan pengujian Load Test (Uji beban) sebagai salah satu syarat layak operasi.
Selain itu, jembatan yang sudah selesai dibangun sebaiknya dipasang SHMS (Structural Health Monitoring System) untuk memantau adanya kerusakan atau cacat pada jembatan sejak dini sebelum terjadi kerusakan yang lebih besar lagi.
Testindo sebagai perusahaan control dan monitoring system menyediakan layanan SHMS (Structural Health Monitoring System) dan Load Test (Uji Beban) pada bangunan. Informasi pemesanan dan konsultasi silakan hubungi kami di nomor Telepon: (021) 29563045, Whatsapp: 082258706420, Email: sales@testindo.com
Another Blog
-
Mengenal Monitoring System Pada Kapal
Teknologi monitoring system Perkapalan merupakan suatu teknologi yang seharusnya di miliki oleh setiap… -
Banyak Manfaat dari Instrument Sensor
Kalau kita berbicara masalah instrument sensor pasti itu berhubungan dengan teknologi.ini yang… -
Pembangunan 7 PLTU Ditargetkan Selesai Tahun…
PT PLN (persero) terus melakukan proses pembangunan 7 pembangkit listrik tenaga uap dan pembangkit listrik… -
Ini Metode Penggunaan Vickers Hardness Tester
Uji kekerasan atau hardness dalam metode pengujian yang paling sering digunakan untuk menganalisa kualitas…

