Home     About Us     Partners     Clients     Experiences     Testimoni     Magang     Member

twittergoogle+linkedin

Penggunaan Beton untuk Konstruksi Jalan dan Bangunan

26 July 2019 07:56


Beton merupakan material yang terbuat dari campuran semen dengan berbagai jenis bahan seperti bahan kimia khusus pencampur, air, agregat kasar (krikil), agregat halus dan semen. Beton sering digunakan untuk membuat berbagai jenis bangunan seperti jalanan, jembatan, pondasi gedung dan lainnya.

 

Lalu, apa saja kelebihan beton dibandingkan material lainnya ? berikut ini ulasannya :

 

  • Beton tidak mudah korosi dan tahan terhadap pelapukan karena memiliki tekstur dengan ketahanan yang baik.
  • Beton juga bisa dicetak sesuai dengan kebutuhan sehingga lebih efisien dalam penggunaannya.
  • Jika beton mengalami bolong atau retak maka bisa ditambal dengan cara membuat cor beton yang baru.
  • Dibandigkan material lainnya, beton lebih tahan api.

 

Pembuatan Struktur Konstruksi dengan Beton

 

Untuk mendapatkan konstruksi yang kuat ketika mencampur beton untuk pembuatan struktur maka komposisi yang digunakan harus tepat dan merata menggunakan peralatan khusus.

 

Pertama-tama, campur air dengan semen kemudian diaduk sampai tercampur sempurna. Kemudian masukan agregat kasar dan halus lalu aduk menggunakan concrete mixer dengan kecepatan tinggi.

 

Kemudian, tempatkan tulangan sesuai dengan gambar rancangan setelah itu tuang beton ke dalam tulangan tersebut sampai tertutup secara merata. Biasanya disebut juga beton bertulang dengan komposisi campuran yang digunakan semen:pasir:kerikil = 1:2:3. Sedangkan untuk air yang dipakai berukuran setengah dari volume semen secara keseluruhan. Proses ini dapat menghasilkan sebuah beton dengan mutu beton 150kg/cm2

 

Pembuatan Beton untuk Jalanan

 

Sedangkan untuk penggunaan beton pada pembuatan jalan dilakukan dengan mencetak beton terlebih dahulu. Sebelumnya pasang bekisting pada bagian lantai jalan yang rencananya akan dicor. Fungsi dari bekisting untuk menahan getaran yang diterima oleh jalan.

 

Selanjutnya, pasang cetakan beton dengan benar agar nantinya bisa dilepas dengan mudah sehingga cor beton tidak rusak. Pelepasan bekisting dilakukan ketika proses pengecoran sudah berlangsung selama 28 hari. Selama perawatan atau menunggu selama 28 hari beton harus disiram secara rutin agar hasilnya lebih bagus.

 

Beton lebih dipilih untuk pembuatan struktur bangunan dan badan jalan karena pemasangannya lebih mudah dan tidak memakan waktu lama. Namun, dari sisi kelemahannya beton tidak memiliki daya tarik yang bagus sehingga jika terlalu kering atau sering menerima getaran dan beban dapat mengalami keretakan.

 

Ketika bangunan telah selesai, biasanya seiring waktu berjalan struktur beton tersebut mengalami beberapa masalah seperti crak, berlubang dan lainnya. Maka dari itu, harus dilakukan pemeriksaaan secara berkala dengan melakukan pengujian yang disebut UPV (Ultrasonic Pulse Velocity).

 

Pengujian UPV menggunakan alat yang dilengkapi teknologi khusus yang terintegrasi dengan memanfaatkan gelombang ultrasonic untuk menganalisa kerusakan pada struktur bangunan.

 

Testindo sebagai perusahaan yang bergerak di bidang monitoring system dan engineering solution menyediakan layanan UPV (Ultrasonic Pulse Velocity) untuk berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

 

Informasi pemesanan silakan hubungi kami di nomor Telepon: (021) 29563045, Email: sales@testindo.com



Another Blog